Pada penelitian ini dilakukan pengembangan film pati batang kelapa sawit (OPTS) dengan menggunakan gliserol sebagai pemlastis dengan perbandingan 10, 20, dan 30% (v/w, basis pati) serta dimodifikasi dengan minyak sawit terepoksidasi-asam sitrat (CEPO) oligomer menggunakan teknik solution casting untuk meningkatkan sifat mekanik dan ketahanan air. Hasil FTIR membuktikan bahwa CEPO menghasilkan interaksi yang kuat melalui ikatan hidrogen antarmolekul antara gliserol dan OPTS pada film plastis. Penambahan gliserol dapat mengubah pola difraksi sinar-X, ditinjau dari intensitas dan posisi puncak difraksi, yang dipengaruhi oleh CEPO melalui ikatan silang.
Mikrograf SEM menunjukkan bahwa penambahan gliserol dalam CEPO memberikan efek pada permukaan film yang lebih halus. Kompatibilitas pati dan gliserol dapat meningkatkan titik leleh (Tm) karena densitas yang baik, sedangkan ikatan silang CEPO turut mendorong peningkatan Tm. Sebaliknya, kekuatan tarik dan modulus elastisitas film OPTS dengan konsentrasi gliserol tinggi menurun signifikan, masing-masing dari 7,71 menjadi 4,03 MPa dan dari 42,54 menjadi 34,98 MPa, sementara perpanjangan putus meningkat dari 18,07 menjadi 49,37%. Sifat tahan air dan kemampuan biodegradasi bioplastik meningkat seiring dengan penambahan konsentrasi gliserol.
Penelitian ini mengusulkan teknik modifikasi yang sederhana dan efektif dengan menggunakan oligomer CEPO dan variasi gliserol untuk menghasilkan bioplastik dengan sifat unggul dan ramah lingkungan.